The Indonesian Coffee Story

The Indonesian Coffee Story

Di aktivitas The Indonesian Coffee Story, Kopling dengan Coffee On Wheels, Bincangkopi. com juga akan bercerita mengenai bebrapa cerita menarik sekitar kopi luwak Indonesia, membuat demonstrasi tehnik penyeduhan kopi manual, serta aktivitas mencicipi bermacam kopi Indonesia (bekerja sama juga dengan 6 coffee roaster lokal). Semuanya juga telah termasuk juga aktivitas beda dalam acara Weekend@TheMuseum seperti, guided tur Museum Nasional, showcase musik vinyl dari Monka Magic, serta beda sebagainya.

Jadi, yakinkan anda gabung dengan kita semuanya weekend ini, tanggal 8 februari 2015 di museum nasional. Oh, nyaris lupa, berikut ini yaitu 6 coffee roaster yang juga akan menghadirkan bermacam kopi Indonesia di aktivitas The Indonesian Coffee Story.

Pagi

“Selamat Pagi! ”, “Mentari Pagi”, serta “Kopi Pagi” jadi ide dari lahirnya brand PAGI. Pada periode awal pengembangannya, PAGI ada tawarkan product biji kopi, kopi 3 in 1, serta cold brew. Yang akan datang, PAGI diinginkan bisa menghidangkan produk-produknya lebih dekat pada customer dengan ada di lingkungan sekitar pemukiman orang-orang.

Kehadiran brand ini sendiri diperuntukkan untuk merubah alur fikir orang-orang pada kopi yang sampai kini kerapkali cuma dipandang jadi lifestyle. Kembalikan arti kopi seperti harusnya bisa mengeratkan hubungan orang-orang yang juga akan muncul waktu mereka terlibat perbincangan hangat serta minum kopi dengan. Dengan semangat melakukan hari disertai cahaya mentari serta secangkir kopi menyempurnakan kehangatan PAGI.

Type kopi yang juga akan dipertunjukkan oleh PAGI yaitu Kopi Aceh Gayo dengan type Arabika. Kopi Aceh Gayo yang PAGI tunjukkan ini mempunyai tingkat keasaman yang lebih tinggi hingga keluar cita rasa manis buah jeruk/lemon tercampur dengan rasa pedas seperti rempah-rempah dibagian pada akhirnya.

Perlu untuk diketahui kalau Kopi Aceh Gayo ini adalah hasil budidaya sistem penanaman serta saat panen kopi di Desa Pantan Musara. Orang-orang di Desa Pantan Musara sudah berupaya memaksimalkan rasa dari kopinya lewat cara memakai buah kopi yang telah masak prima, sistem saat panen dengan cara Semi-Washed, sistem sortasi pada biji kopi yg tidak bagus, serta sistem penyimpanan serta pengiriman kopi yang bersih serta rapi.

Keinginan PAGI yaitu pengunjung bisa mencicipi kopi Aceh Gayo ini dan memberi semua bentuk input untuk pengembangan kopi ini nantinya. Karna semua credit baik serta semua input ini juga akan di sampaikan kembali pada beragam pihak yang telah berjasa dalam memberi semua daya serta usaha hingga kopi Aceh Gayo dari Desa Pantan Musara bisa mempunyai cita rasa itu.

Smoking Barrels – Craft Coffee & Supplies

Smoking Barrels terbagi dalam dua orang customer yang mempunyai ketertarikan tinggi pada kopi. Dengan bekal kecintaannya pada kopi, jadi dipelajarilah beragam cara serta pengetahuan untuk menjangkau cita rasa kopi paling baik. Saat ini Smoking Barrels ada untuk mengemukakan cita rasa itu pada customer, supaya bisa rasakan pengalaman nikmati kopi paling baik.

Type kopi yang juga akan dipertunjukkan oleh Smoking Barrels yaitu Kopi Toraja Sulotco yang tumbuh di gunung Rante Karua, kabupaten Toraja Utara, dalam perkebunan Sulotco Private Estate. Tumbuh pada ketinggian 1600m dapl, kopi luwak ini menghadirkan ciri-khas ciri khas Indonesia seperti aroma cengkeh serta earthy, tetapi juga pancarkan sensasi aroma floraldan karamel. Sistem saat panen yang dipakai juga termasuk unik untuk lokasi Toraja, yakni fully washed dengan pengeringan di meja penjemur, hasilkan kwalitas kopi yang berkelanjutan.

Kopi Guerrilla

Kopi Guerrilla lahir dari hasrat untuk tingkatkan kesejahteraan petani kopi Indonesia lewat penambahan kwalitas kopi. Kopi Guerrilla akan mengingatkan kalau siapa saja bisa berpartisipasi, termasuk juga customer bahkan juga pihak yg tidak terkait segera dengan kopi. Tanpa ada sumber daya besar meskipun, lewat hal kecil dengan semangat tinggi, mari bersama kita bergerilya memajukan kopi Indonesia.

Type kopi yang juga akan dipertunjukkan oleh Kopi Guerrilla yaitu Kopi Malabar Alami. Kopi ini ditanam di pegunungan Malabar, Kecamatan Pangalengan, lokasi Bandung Selatan, dengan ketinggian 1400m dapl. Sistem saat panen yang dipakai yaitu sistem kering alami process, hingga hasilkan rasa kopi yang fruity, dengan sensasi strobery berlapis gula-gula. Lewat kopi ini bisa tampak keragaman kopi Indonesia dengan kwalitas yang baik.

Kopi Pahlawan

Kopi Pahlawan adalah kopi dari Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat. Kopi ini adalah product dari Baraka Nusantara, yakni satu pergerakan yang perduli juga akan kesejahteraan orang-orang di daerah terpencil Indonesia. Baraka Nusantara mempunyai dua dimensi aktivitas, Kopi Pahlawan di bagian ekonomi, serta Tempat tinggal Belajar Sankabira di bagian sosial – pendidikan. Kopi Pahlawan adalah mesin yang menyokong aktivitas sosial Baraka Nusantara dengan menjunjung tinggi nilai-nilai orang-orang lokal serta pelestarian alam.

Kopi Pahlawan adalah panen perdana dari kebun beberapa petani yang berpuluh th. mati suri di Kecamatan Sembalun. Dengan beberapa petani serta support dari beragam pihak, Baraka Nusantara berusaha aktifkan kembali potensi alam untuk tingkatkan kesejahteraan petani.

Diberi nama Kopi Pahlawan dengan keinginan – lewat kopi, beberapa petani bisa jadi pahlawan untuk memajukan daerahnya. Kopi Pahlawan type Arabika varietas Typica ini tumbuh pada ketinggian 1. 200-1. 00 mtr. diatas permukaan laut dengan cita rasa coklat, earthy, fruity (lemon), medium body serta after taste yang bersih.

Kopikohlie

Berdiri pada th. 2012, Kopikohlie adalah tempat tinggal sangrai kopi (roaster) yang fokus pada layanan sangrai kopi. Seiring waktu berjalan, Kopikohlie juga mulai menyatukan juga biji-biji kopi Nusantara asal tunggal (single origin) serta menghantarnya ke beberapa penggemar kopi Nusantara lewat kedai-kedai kopi. Nama Kopikohlie datang dari jati diri yang memiliki jadi peranakan Tionghoa Indonesia. Kata Lie yang datang dari marga Lie, Koh jadi sebutan lelaki peranakan Tionghoa, serta kopi jadi sisi dari keindonesiaan. Di Kopikohlie, kami menggabungkan dua unsur yang terutama dalam menyangrai kopi, yaitu pengetahuan serta seni. Tersebut penyebabnya Kopikohlie senantiasa berupaya memakai tehnik serta perlengkapan paling baik, dan mengasah semua rasa dalam menyangrai kopi. Semua itu untuk satu maksud, membawa nama kopi Indonesia lebih jauh di mata dunia.

Kopi yang juga akan dipertunjukkan yaitu Toraja Roroan Barra-Barra. Tumbuh subur di tanah gembur Desa Roroan Barra-Barra, Toraja Utara, biji kopi Toraja Roroan Barra-Barra jadi satu diantara primadona diantara banyak biji kopi Toraja yang lain. Ditanam pada ketinggian 1400-2100 mdpl, biji kopi Toraja Roroan Barra-Barra kaya rasa buah-buahan coklat serta karamel. Kopikohlie menyangrai kopi Toraja Roroan Barra-Barra dalam profil medium untuk mendatangkan rasa manis buah, coklat, serta karamel dan hasilkan rasa yang halus serta bersih di mulut.

9 Cups Coffee

9 Cups yaitu coffee shop yang dibangun oleh Lidya (@Cuplatte) sesudah mengambil keputusan meninggalkan kariernya jadi akuntan di satu perusahaan sawit untuk konsentrasi serta terjun dalam dunia perkopian. 9 Cups sendiri tidak mempunyai makna spesial, namun lebih didasarkan untuk memudahkan orang mengingat serta mengasosiasikan merk coffee shop ini. Namun dengan spesial 9 Cups mempunyai ideologi untuk mengenalkan kopi-kopi specialty serta kopi yang bukanlah sebagian besar di jual umum dengan kwalitas paling baik.

Type kopi yang juga akan dipertunjukkan oleh 9 Cups yaitu Sunda Aromanis. Kopi luwak ini ditanam di tanah Jawa Barat yang dikelola oleh Koperasi Classic Beans. Kopi Sunda Aromanis termasuk type/spesies Arabica Typica yang sudah lewat sistem saat panen Alami Process. Sesudah di Roast sendiri oleh Lidya dengan Roast Profile Light to Medium Roast, jadi dibuat kopi dengan ciri-khas Intense Aroma, Sweet, Jackfruit, light body, balance, clean after taste.

Baca Juga : Kopi Decaf: Apakah Aman?

 

Bookmark and Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *